Buka-bukaan Tentang Bukaan Ketika Berbuka

Oleh: M. Deman Putra Tarigan

Buka puasa adalah kebahagian yang luar biasa bagi orang yang berpuasa, walaupun ia berbuka hanya dengan segelas air dan sebuah kurma. Ibarat perlombaan MotoGP melawan musuh bernama nafsu, buka puasa adalah saat peserta lomba berhasil mencapai garis finish dan menjadi pemenang. Sementara sang nafsu sudah terbakar habis karena sepeda motornya meledak dan gagal mencapai garis akhir lomba.

Mungkin Anda pernah bertanya, kalau ada buka puasa kapan pula tutup puasa? Jika Anda menanyakan hal ini kepada orang lain, mungkin Anda akan mendapatkan jawaban yang bermacam-macam, mulai dari yang serius hingga yang lucu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata buka bisa berarti minum atau makan pada petang hari sesudah berpuasa. Sedangkan berbuka berarti mengakhiri puasa pada petang hari dengan makan atau minum. Sementara itu tidak ada satu pun pengertian kata tutup yang berhubungan dengan puasa. Artinya, secara bahasa tidak (belum) ada istilah tutup puasa.

Padahal jika kita perhatikan penggunaan kata buka dan tutup dalam kehidupan sehari-hari, kedua kata tersebut seolah berpasangan yang fungsinya untuk menunjukkan awal dan akhir dari sebuah kegiatan. Biasanya, sekali lagi biasanya, buka adalah proses awal dan tutup adalah proses akhir. Itu sebabnya ada acara pembukaan untuk menandai dimulainya sebuah kegiatan dan ada acara penutupan yang menunjukkan berakhirnya kegiatan tadi. Lihat pula toko kelontong di sekitar Anda yang buka pada pagi hari dan tutup pada sore atau malam hari. Jika demikian, bukankah lebih tepat jika kita menggunakan istilah tutup puasa atau menutup puasa atau penutupan puasa  untuk menunjukkan berakhirnya kegiatan (ibadah) puasa yang dimulai sejak fajar?

Buka Puasa atau Tutup Puasa

Jika menurut KBBI puasa berarti menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan) maka kita perlu memberi perhatian khusus pada kata menghindari. Menghindari berasal dari kata hindar yang berarti pergi menjauhkan diri atau mengelak. Sekarang, apa yang Anda lakukan jika ingin menghindari sesuatu?

Untuk menghindar dari air hujan maka Anda akan menutup kaca mobil rapat-rapat. Untuk menghindari debu yang bisa masuk ke hidung maka Anda akan menutup hidung dengan tangan atau masker. Untuk menghindari penagih utang maka Anda akan menutup semua pintu dan jendela rapat-rapat sambil berpura-pura sedang tidak ada di rumah.  Orang yang menghindari sesuatu sering menutup diri atau berondok.

Bagaimana jika hujan sudah berhenti, debu pun sudah hilang, dan utang sudah dilunasi? Maka bolehlah Anda membuka kaca mobil, membuka masker, dan membuka pintu atau jendela. Anda telah membuka diri dari segala yang Anda hindari, bukan?

Dalam bahasa Arab, buka puasa disebut dengan istilah ifthar yang sebenarnya sudah diserap bahasa Indonesia menjadi iftar yang artinya hal berbuka puasa. Kata iftar juga sudah masuk ke dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford. Pada versi daring kamus tersebut (www.oxforddictionaries.com), iftar berarti the meal eaten by Muslims after sunset during Ramadan. Sedangkan berbuka puasa dalam bahasa Inggris disebut dengan break the fast.

Untuk menunjukkan berakhirnya puasa, Bahasa Inggris menggunakan kata break (memutus, menghentikan, mematahkan, memecahkan) bukan open (membuka). Oleh sebab itu, jika Anda sedang berada di Inggris, Anda tidak perlu mengajak Wali Kota London Sadiq Aman Khan dan teman-teman Anda yang berpuasa untuk open together.

Kembali ke buka. Jika kita mengakhiri puasa dengan buka maka makanan yang disantap pada saat berbuka sering disebut bukaan. Itu sudah cocok karena buka sebagai kata kerja mendapat akhiran –an untuk menunjukkan kata bendanya, seperti makan (kata kerja) yang menjadi makanan (benda yang dimakan).

Saya jadi teringat ketika saya masih kecil. Saya rajin bertanya kepada ibu, “Mak, apa bukaan hari ini?” Saya pun merasa senang jika bukaannya sesuai dengan yang saya dambakan pada masa itu seperti es lengkong, kolak pisang, roti kelatak, atau manisan kolang-kaling. Setelah dewasa, istilah bukaan juga terdengar ketika istri saya hendak melahirkan. Ternyata bukaan juga digunakan untuk menunjukkan tahapan persalinan. Jadi ada bukaan 1 hingga bukaan 10.

Ketika buka dan bukaan sudah bertemu maka mereka bisa menjadi buka-bukaan yang artinya menyampaikan apa yang selama ini tersembunyi dan tidak diketahui orang lain. Anda siap untuk buka-bukaan?

Baiklah, saya akan buka-bukaan tentang bukaan pada saat buka puasa nanti. Saya akan berbuka dengan bukaan yang akan saya buka bungkusnya pada saat acara buka bersama. Anda penasaran dengan isinya? Ya, anggap saja ini seperti tebakan yang bukan-bukan.

Penulis adalah Penggagas Komunitas Insan Sastra dan Bahasa Indonesia (KISBI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *